Profil: Sejarah



 

Madrasah Aliyah Negeri 3 kota Jambi merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang secara historis berasal dari lembaga pendidikan swasta dengan nama “Madrasah Aliyah Swasta Dharma Wanita Kantor Kementerian Agama Kota Jambi”. Secara periodik kemudian madrasah ini mengalami perkembangan hingga beralih status menjadi madrasah negeri, dan secara otomatis menjadi milik penuh pemerintah yang berada di bawah Kementerian Agama kota Jambi pada tahun 2009.

 

Berdirinya Madrasah Aliyah 3 Kota Jambi merupakan sebuah upaya dalam menyediakan lembaga pendidikan yang kemudian dapat memberikan pendidikan dan pengajaran serta penanaman nilai-nilai keislaman khususnya bagai peserta didik yang berdomisili di kelurahan Payoselincah Kecamatan Jambi Timur. Latar belakang pendirian madrasah tersebut pada awalnya berangkat dari semakin tingginya animo masyarakat untuk menitipkan anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan nilai dan ajaran Islam.

 

Pendirian Madrasah Aliyah Swasta Dharma Wanita Kantor Kementerian Agama kota Jambi diprakarsai oleh  Abdul Fatah, S.Pd dengan memanfaatkan tanah wakaf yang diberikan masyarakat untuk kemudian dikelola secara optimal dalam rangka mempersiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki integritas dan komitmen tinggi terhadap penanaman nilai-nilai ajaran Islam.

 

Setelah madrasah tersebut resmi menjadi sebuah institusi pendidikan Islam, maka amanah kepala madrasah diberikan kepada Abdul Fatah, S.Pd. Seiring dengan perkembangan zaman, madrasah ini kemudian beroperasi sebagaimana sekolah dan madrasah lainnya, sampai kemudian mengalami perubahan status pada tahun 2009 menjadi Madrasah Aliyah Negeri sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 93 Tahun 2009. Dengan konsekwensi bahwa seluruh pola manajemen dan sumber dana, serta pembangunan menjadi tanggung jawab pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Agama.

 

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai dengan semakin mudahnya akses informasi, berimplikasi langsung pada keberadaan Madrasah Aliyah Negeri 3 kota Jambi. Namun demikian, yang menjadi persoalan kemudian adalah lokasi madrasah yang belum memenuhi standar luas areal apabila dibandingkan dengan madrasah negeri lainnya. Mengingat lokasi madrasah yang masih sangat terbatas, namun jumlah peserta didik semakin bertambah sehingga kemudian membutuhkan tambahan ruang belajar untuk menampung mereka dalam melaksanakan kegiatan belajar. Penambahan ruang belajar menjadi terkendala disebabkan areal madrasah yang sempit, sehingga kemudian kepala madrasah bersama jajarannya melakukan komunikasi aktif dengan para tokoh masyarakat dengan langkah-langkah positif terkait dengan rencana madrasah ini dipindahkan ke areal khusus yang tentunya permanen dan representatif, karena selama ini kondisi Madrasah Aliyah Negeri 3 kota Jambi setelah mengalami perubahan status menjadi negeri hanya menumpang di lokasi tanah wakaf yang merupakan milik Dharma Wanita Kantor Kementerian Agama Kota Jambi.

 

Setelah melalui berbagai usaha dalam rangka kepindahan MAN 3 ke lokasi yang permanen, akhirnya kepala madrasah mendapat informasi tentang tanah wakaf yang diberikan masyarakat untuk keperluan pendidikan. Kepala madrasah kemudian berkoordinasi secara intens dan serius dengan pihak-pihak terkait, terutama Kantor Kementerian Agama Kota dan Provinsi Jambi terkait dengan pemanfaatan tanah wakaf untuk kegiatan pendidikan yang dalam hal ini adalah Madrasah Aliyah Negeri 3 kota Jambi. Memasuki tahun 2012, kepala madrasah yang dalam hal ini adalah  Abdul Fatah, S.Pd akan memasuki usia pensiun, sehingga kemudian Kantor Kementerian Agama Provinsi Jambi melakukan regenerasi kepala Madrasah Aliyah Negeri 3 kota Jambi sesuai Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor: Kw.05.1/2/KP.07.6/38/2012 dengan mengangkat Drs. M. Zakri K, M.Pd.I untuk menjabat kepala MAN 3 menggantikan Abdul Fatah, S.Pd yang sudah memasuki usia pensiun.

 

Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya bahwa Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Jambi mengalami perkembangan dan pertumbuhan terutama ditinjau dari jumlah peserta didik yang selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, sehingga kemudian menjadi perhatian tersendiri bagi kepala madrasah yang baru untuk melakukan berbagai inovasi, baik administrasi maupun fasilitas dan sarana pendidikan. Dengan kepemimpinan kepala madrasah yang baru, membawa madrasah ini ke arah yang lebih baik sehingga ketersediaan gedung belajar tidak mampu lagi menampung peserta didik yang setiap tahun selalu bertambah jumlahnya. Pada akhirnya kepala madrasah berkoordinasi dengan pihak Kantor Kementeri Agama Provinsi dan Kota Jambi terkait dengan rencana pemindahan areal MAN 3 dari Selincah ke lokasi yang baru, tepatnya berada di Jalan Marene RT. 07 Kelurahan Eka Jaya Kecamatan Paal Merah Kota Jambi.

 

Setelah mendapatkan dukungan yang kuat dari Kantor Kementerian Agama Kota Jambi dan Provinsi Jambi, akhirnya pada bulan Agustus 2014 atas dasar prakarsa kepala madrasah dan seluruh elemen Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Jambi berkomitmen pindah ke lokasi baru yang permanen dan dianggap cukup representatif. Dengan segala keterbatasan, terutama gedung yang digunakan kegiatan belajar mengajar yang sangat terbatas ditambah dengan fasilitas lainnya yang belum tersedia, sehingga kemudian semakin memacu semangat dan kinerja seluruh elemen MAN 3 kota Jambi untuk berusaha melakukan sesuatu yang positif demi kelancaran kegiatan belajar di madrasah tersebut.

 

Madrasah Aliyah Negeri 3 kota Jambi dalam tinjauan sejarah kepemimpinan merupakan salah satu madrasah negeri yang tergolong masih baru. Oleh karena itu, maka kepemimpinan pun tidak mengalami beberapa pergantian sebagaimana sekolah/madrasah lainnya yang memang secara periodik telah mengalami beberapa kali pergantian kepala madrasah. Dalam usia yang cukup relatif muda, Madrasah Aliyah Negeri 3 kota Jambi baru dipimpin oleh dua orang kepala madrasah. Periode pertama dipimpin oleh  Abdul Fatah, S.Pd dan berakhir kepemimpinanya pada tahun 2012 dikarenakan beliau telah memasuki usia pensiun. Tongkat estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh  Drs. M. Zakri K, M.Pd.I dari tahun 2012 hingga sekarang. Salah satu usaha yang tampak adalah penambahan gedung belajar dan beberapa gedung lainnya seperti gedung untuk laboratorium komputer, gedung majelis guru dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

 

Keberadaan pimpinan yang inovatif, kreatif, dan produktif menjadi sebuah kebutuhan dalam memajukan dan mengembangkan Madrasah Aliyah Negeri 3 kota Jambi. Hal ini didasari atas realitas madrasah tersebut yang memang masih tergolong baru dibandingkan dengan madrasah negeri lainnya yang ada di kota Jambi, seperti MAN Insan Cendekia Jambi, MAN Model Jambi, dan MAN Olak Kemang Seberang Kota Jambi, terutama dalam hal ketersediaan ruang belajar yang representatif, gedung laboratorium, dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Dengan beralihnya MAN 3 ke wilayah Marene, maka peseta didik yang melanjutkan pendidikannya di madrasah tersebut semakin meningkat disebabkan kemudahan akses menuju madrasah tersebut, dan dengan dukungan nuansa lokasi madrasah yang masih tampak asri, serta cukup jauh dari suasana keramaian dan kesibukan lalu lintas kendaraan.

 

Berdasarkan informasi di atas, maka Madrasah Aliyah Negeri 3 kota Jambi melakukan berbagai inovasi dan langkah-langkah konstruktif, terutama dalam meningkatan kegiatan belajar mengajar yang baik, sehingga kemudian dapat meningkatkan semangat menuntut ilmu bagi seluruh peserta didik di MAN 3 kota Jambi.

 


 

Halaman ini diakses pada 28-06-2022 06:16:31 wib
Diproses dalam waktu : 0.327 detik
Diakses dari ip address: 34.239.147.7
Copyright © 2018 Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved