
Kota Jambi---Senin (08/03) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Jambi kembali mengadakan pembelajaran tatap muka, setelah sekian lama anak-anak mengikuti proses pembelajaran melalui daring.
Pembelajaran tatap muka terbatas ini dimulai pada Hari Senin, 01 Maret 2021. Pembelajaran tatap muka terbatas ini hanya diperuntukkan untuk kelas XII dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.
Sebelum masuk ke lingkungan madrasah, satpam beserta guru piket mengecek suhu tubuh peserta didik, peserta didik wajib menggunakan masker, dan ruang belajar hanya disi dengan kapasitas 40 persen , maksimal 16 orang peserta didik.
Penerapan 40 persen siswa yang berada di ruang kelas, mengakibatkan terjadinya 2 sif yaitu sif pagi dan sif siang. Dengan sistem ini pembelajaran masih bersifat try and error. Jika pembelajaran yang dilakukan baik, maka ini akan menjadi acuan bagi Kemenag Kota dan Propinsi untuk memberlakukan pembelajaran tatap muka untuk kelas dibawahnya.
Jika kondisi cukup kondusif, maka ada kemungkinan siswa kelas X dan XI, akan melakukan proses pembelajaran tatap muka secara luring semester ini atau semester depan.
Dari aspek mekanisme pelaksanaan tatap muka terbatas ini memang secara keseluruhan tidak sama persis atau belum mencapai target sebagaimana pada saat kondisi normal.
“Hari ini kita juga pakai batas waktu, kita tidak menerapkan penerapan sebagai penerapan yang normal, yang biasanya 45 menit per jam pelajaran namun untuk pembelajaran tatap muka terbatas ini kita hanya menggunakan durasi 35 menit per jam pelajaran,“ ujar Bapak Kepala Madrasah.
Pemberlakuan metode ini terjadi pergantian, untuk peserta didik yang minggu ini masuk sif pagi, maka pekan depan akan masuk sif siang. Sementara untuk kelas X dan XI, proses pembelajarannya melalui daring, bisa menggunakan zoom meeting, video call, whattsapp, dll, sesuai dengan kebijakan guru masing-masing.
Siswa kelas XII lebih didahulukan dibanding kelas X dan XI, dengan tujuan, persiapan mereka untuk menghadapi ujian akhir, yang sebentar lagi akan mereka hadapi.
“ Harapan kami bahwa memang kami menyadari bahwa kegiatan belajar mengajar secara daring ini cukup jauh dari persentase harapan yang kita inginkan, dan masih banyak anak-anak dalam kegiatan mengajar daring ini mereka lalai bahkan mungkin menyepelekan kegiatan belajar mengajar itu. Harapan kita anak-anak itu bisa memaksimalkan kesempatan dengan waktu yang tersedia baik dari sisi pemahaman materi, pengayaan materi, bahkan mungkin dalam hal penguasaan materi yang sudah disampaikan oleh masing-masing guru. Mereka diberi kesempatan untuk berkolaborasi tanya jawab, dan khusus untuk kelas XII saat ini kita memang difokuskan pada pembahsan soal terkait dengan ujian akhir madrasah,†ujar Bapak Kepala Madrasah saat ditanya harapannya kepada siswa yang mengikuti proses pembelajaran secara luring maupun daring. (Tim Website MAN 3 Kota Jambi)
|
1246x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...